Daerah  

BGN Tanggap Atasi Kasus Phishing di SPPG Pangauban, Kucuran Dana Kembali Didapatkan

 

Bandung Barat, Berita Jejak Fakta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk menuju Indonesia Maju generasi Indonesia Emas meningkatkan gizi anak, ibu hamil dan ibu menyusui untuk menurunkan angka Stunting dan malnutrisi di Indonesia.

Hendrik Irawan selaku Mitra MBG sekaligus Owner SPPG Pangauban Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB), bersyukur MBG di SPPG Pangauban sudah beroperasi normal sejak satu Minggu lebih.

Aktifnya SPPG Pangauban berkat bantuan dari Pemerintah Prabowo Subianto dan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayanan dan Sony Sanjaya.

“Sampai hari ini masih beroperasi dari hari Jum’at terhitung dari tanggal 22 November 2025, dan untuk selanjutnya jangan sampai terjadi hal yang tidak di inginkan seperti kejadian kemarin, ” ujarnya.

“Kasus kemaren yang 1 miliar raib kena penipuan Phishing akibat kecerobohan kepala SPPG kemarin, kami dipanggil dari Kejaksaan Agung dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Kami diperiksa dan memakan waktu cukup lama. Sudah memberi penjelasan kepihak penyidik atas kejadian yang terjadi. Kasus ini sepengetahuan saya masih di tangani Kejaksaan sama BPK untuk selanjutnya saya tidak tau dan sampai sekarang belum ada kabar,” jelas Hendrik, sa’at ditemui beberapa awak media di lokasi Dapur SPPG Pangauban Selasa, 2 Desember 2025.

Hendrik menuturkan Pemerintah sangat cepat sekali mengganti dana opersioanal karena kasus phishing kemarin, dengan kasus ini menjadi suatu pelajaran buat kita semua, ke depannya jangan sampai terulang kembali dan Allhamdulillah untuk masalah dana sudah lancar.

Untuk ke depan SPPG Pangauban masalah dana sudah tercover oleh Pemerintah.

“Kemarin kami dikasih kurang lebih 1 miliar tepatnya 927 juta rupiah. Distribusi awal ke 15 sekolah masih di 4.000 karena belum ada pemerataan Dapur SPPG yang lain dan mudah-mudahan di tahun depan membangun dapur baru jadi 3.000 porsi per dapur untuk pendistribusiannya, ” jelasnya.

“Target untuk wilayah Desa Pangauban ini 9.000 porsi. Kepala SPPG baru Bapak Ahmad Sofian merasa bahagia dan senang karena tujuan kami satu arah satu misi,” ucap Hendrik.

Menurut Kepala SPPG Pangauban, Ahmad Sofian, ke depannya SPPG Pangauban bisa menjadi tauladan di Indonesia, dan menjadi dapur panutan terbaik karena dari segi konstruksi dan Mitra kita sangat Profesional, untuk perihal pengolahan dapur MBG di atas standar.

“Konsep skema manajemen tetap mengikuti alur disini, dan perihal uang Operasional pengajuan saya menuruti sesuai aturan. Background pendidikan saya di S1 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. pengelaman kerja saya di salah satu perusahan besar Katering di bagian safety,” ujar Sofian.

Sementara itu Fenni Yuliani, Ahli Gizi SPPG Pangauban mendapat arahan dari BGN hasil dari rapat di Cianjur beberapa Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan massal yang terjadi akibat program MBG di Bandung Barat.

“Dipastikan jangan sampai ada kembali KLB di Bandung Barat. Ahli Gizi sangat penting memastikan menu itu berkualitas food Safety terjaga dan titik kontrol nya harus tetap terjamin, ” ungkapnya.

Dimulai dari persipan memastikan bahan baku yang aman, bersih dan jangan sampai ada bakteri yang masuk. Dipemorsian saya pastikan harus berjalan lancar untuk penerima manfaat 4.000 porsi, dan tidak terlambat untuk di distribusikan.

Titik krusial di tim persiapan karena di awal dipastikan bahan baku harus di sortir terlebih dahulu yang bagus dan yang kurang bagus.

Tim ahli Gizi juga harus memastikan bahan baku yang bagus dan yang jelek dipisahkan. Apabila bahan baku yang jelek tidak memenuhi standar jangan digunakan untuk ke tim selanjutnya yaitu tim pengolahan.

Tim Ahli Gizi untuk satu dapur satu Ahli Gizi sudah terlaksana dengan lancar. Pemorsian di mulai dari jam 4 pagi. Tim persiapan gimana supplier. Satu jam sebelum supplier datang tim persiapan harus mengecek.

“Pendistribusian makanan di mulai dari jam 7 – 8 pagi untuk Paud dan TK, sementara untuk SD dan SMP, menyesuaikan jam istiraharat di Sekolah,” jelas Fenni

Menu keringan dengan kualitas best seller boleh ditanyakan ke penerima manfaat dengan harga 10,000. “Kita bantu benar-benar program ini karena bukan program bancakan terutama bukan hanya mencari keuntungan semata tetapi untuk memajukan Gizi anak Nasional kita lebih sehat, lebih baik untuk penerus Bangsa.

Anggaran 1 miliar dari pihak BGN untuk operasional SPPG didapat melalui pengajuan proposal, bantuan tersebut berasal dari Pemerintah dan Banker.

Untuk dapur pertama itu tidak di ajukan proposal karena secara otomatis sudah masuk anggaran untuk satu periode. Kemudian di periode berikutnya kita melakukan pembuatan proposal untuk kelanjutan anggaran.

“Pernyataan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait keracunan dari air menurut Saya kurang tepat. Karena untuk masalah keracunan itu terjadi akibat kurangnya jam terbang. Saya sedikit meralat ke Pihak BGN kalau bisa untuk calon Mitra lebih ketat diseleksi. Saya sudah 17 tahun di katering dan Alhamdulillah belum pernah terjadi karena masalah keracunan itu sangat rentan”, bebernya.

“Keracunan bisa dihindari dengan cara pemasakannya itu benar terutama dari air harus matang minimal satu jam karena air itu harus benar-benar matang dan dari bumbu juga harus benar-benar matang juga karena efeknya nanti ke makanan jadi basi dan keracunan jika dimasak kurang matang,” tegas Hendrik.

Harapannya ke pihak Pemerintah untuk lebih selektif mencari calon mitra yang benar-benar pengalaman di bidangnya jadi penerima distribusi atau manfaat itu agar tidak ada kendala.

“Alhamdulillah SPPG Pangauban dari pertama beroperasi sampai sekarang belum pernah kejadian hal itu terjadi,” ucap Hendrik.

Untuk air saya sangat mendukung arahan pemerintah dan kami pun siap mengikuti aturan dari pemerintah dengan program itu. Untuk 4.000 ada ibu hamil dibagi untuk 300 – 350 ibu hamil.

B3 MBG belum merata di Pangauban karena di Pangauban ini masih banyak membutuhkan program MBG untuk sasaran B3, yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Hampir 16,000 belum menerima sekarang baru distribusi 4.000.

“Kepala SPPG yang baru ini  cukup baik. Karena beliau melihat basic saya dari makanan/katering dan saya juga masih pegang industri juga dan beliau percaya dengan budget 8,000 – 10,000 rupiah mampu menghasilkan kualitas menu yang bagus dan bergizi untuk anak-anak sekolah, ” terangnya.

“Untuk ibu hamil dan ibu menyusui pendistribusiannya tidak sama dengan sekolah. Untuk ibu hamil satu minggu sekali dan menunya berbeda lebih banyak ke susu dan keringan, ” pungkasnya.

Informasi dari pihak BGN secara spontan di malam harinya dana cair karena melalui virtual dan pada hari itu,  kamis 20 November berjalan meski belum persiapan.

“Karena kita malu ditanya terus sama kepala sekolah dan banyak berharap MBG berjalan kembali, akhirnya kita jam 12 malam kita langsung bergerak, ” ujarnya.

“Karena saya basicnya dari katering jadi saya sudah terbiasa apalagi dalam kurun waktu 3 minggu MBG Pangauban sempat terhenti akibat phishing akibatnya dana operasional raib, ” ungkap Hendrik.

Banyak harapan dari anak-anak agar MBG kembali berjalan karena mereka mengeluh selama MBG berhenti uang jajannya habis, padahal biasanya jam 10 atau di jam istriahat anak-anak dapat makan MBG.

Banyak kerugian-kerugian dengan berhentinya MBG dan berharap jangan sampai kejadian tersebut terjadi kembali.

Himbauan dari Hendrik sebagai Owner SPPG Pangauban, untuk SPPG baru dan kepada mitra harus terjalin harmonis karena pasti ada solusi jika sama -sama memiliki satu misi dan satu arahan.

“Penambahan dapur MBG wilayah Pangauban menjadi 9.000 dengan pengalaman saya selama 17 tahun pasti tercover. Sebenarnya gedung ini menampung untuk 8.000 porsi tetapi karena aturan baru dari BGN kapasitas dibatasi per 3.000 porsi karena jangan sampai ada keracunan dan makanan basi, jadi mempertimbangkan ke segi kualitas dan menjaga sterilisasi, ” jelasnya.

Hendrik berjanji untuk ke depannya SPPG Pangauban akan memberi pelayanan terbaik, kualitas dan menyajikan menu makanan Best Seller. (SEFTYAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *