Bandung Barat, Berita Jejak Fakta-Museum Galeri Bahari (Mugaba) di Banuraja, Desa Pangauban, Kabupaten Bandung Barat( KBB tampak lebih riuh dari biasanya. Ratusan warga memadati area museum untuk mengikuti rangkaian acara Halal Bihalal, Istighosah, dan Pengajian Bulanan yang diinisiasi oleh Majelis Taklim Bani Thoha,Minggu (12/04/2026 ).
Acara ini menjadi potret kolaborasi lintas sektoral di tingkat akar rumput. Badan otonom Nahdlatul Ulama, mulai dari Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat, Muslimat, hingga jajaran pengurus struktural NU set.empat, bahu-membahu menyelenggarakan kegiatan yang memadukan tradisi keagamaan dengan penguatan visi daerah.
Camat Batujajar, Andi M. Hikmat, hadir mewakili Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail. Dalam sambutannya, Andi menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan acara tersebut, secara khusus kepada Laksamana TNI (Purn.) Ade Supandi selaku tuan rumah. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut periode 2014–2018 itu dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap penguatan nilai keagamaan di wilayahnya..
”Kontribusi dan kepedulian Ade Supandi merupakan wujud nyata sinergi antara tokoh bangsa dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta keagamaan,” ujar Andi di hadapan jamaah.
Bagi Andi, silaturahmi ini bukan sekadar ajang silaturahmi pasca-Lebaran. Sejak dilantik sebagai Camat Batujajar pada 1 Maret 2026, ia menggunakan kesempatan ini untuk mensosialisasikan arah kebijakan pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barar t kini tengah gencar mempromosikan “AMANAH” yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Visi tersebut merupakan akronim dari Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis( Amanah ) Andi menekankan bahwa aspek “Agamis” ditempatkan sebagai pilar utama untuk membangun masyarakat yang berakhlak mulia. Ia berpendapat bahwa kegiatan seperti istighosah adalah instrumen penting dalam mewujudkan fondasi tersebut.
”Visi ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama. Kegiatan istighosah dan pengajian seperti ini adalah bagian penting dalam mewujudkan pilar Agamis,” tambahnya. Ia juga mengajak warga memperkuat budaya gotong royong dan menjaga kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana khidmat menyelimuti saat KH. Sopyan Yahya, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ma’rif Cigondewah, memimpin jalannya istighosah. Ritual doa bersama ini diawali dengan pembacaan Ummul Kitab yang dikhususkan bagi almarhumah Djuhaeriah, ibunda dari Ade Supandi. Alunan Asmaul Husna dan surat Yasin kemudian bergema, menciptakan atmosfer spiritual di tengah koleksi artefak maritim museum.

Dalam tausiahnya, KH. Sopyan Yahya memberikan catatan menarik terkait kehadiran para pemangku kebijakan.
Ia menyebutkan bahwa forum ini merupakan peristiwa langka karena dihadiri secara lengkap oleh elemen birokrasi dan militer, mulai dari camat, Danramil Batujajar Kapten ARM Muhtalifin, perwakilan Kantor Kementerian Agama KBB, Kepala KUA Batujajar Hendi, hingga Kepala Desa Pangauban Ade Suleman dan Kepala Desa Galangan Muhammad Hidayat.
Namun, KH. Sopyan Yahya juga melontarkan pesan yang cukup tajam. Ia menyinggung absennya Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dalam kesempatan tersebut.
Dengan nada penuh harap namun lugas, ia menyatakan bahwa pada masa mendatang, Bupati semestinya hadir dalam forum istighosah yang ia pimpin.
Selain dihadiri tokoh-tokoh di atas, tampak pula Ketua MUI Kecamatan Badrul Munir, Ketua Panitia Haji Deden, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kehadiran para tokoh ini memberikan sinyal adanya kohesi sosial yang kuat di wilayah Batujajar.
Kegiatan yang berakhir menjelang siang ini menutup rangkaian agenda dengan penguatan silaturahmi antarwarga. Di tengah tantangan zaman, pertemuan di Desa Pangauban ini menegaskan bahwa ruang-ruang publik seperti museum dapat menjadi titik temu yang produktif bagi narasi agama, pembangunan, dan kebangsaan.( Septyan )












