Daerah  

Kemenko PMK Monitoring Kampung KB di Desa Rancapanggung Bandung Barat untuk Perkuat Lintas Sektor

Bandung Barat, Berita Jejak Fakta-Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Program Kampung Keluarga Berkualitas (KB), Kampung Zakat, serta Makanan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah pusat dan daerah, termasuk Asisten Deputi Ketahanan Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Ir. Mustikorini Indrijatiningrum, M.E., serta didampingi Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bandung Barat ( KBB ),Panji Hernawan beserta jajaran Selasa
(14/04-2026).

Monev dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program di tingkat desa sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pembangunan keluarga.
Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bandung Barat( KBB).

Panji Hernawan menyampaikan bahwa pembangunan keluarga merupakan pondasi penting dalam pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa program Kampung KB hadir sebagai pendekatan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Program Kampung Keluarga Berkualitas tidak hanya berfokus pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga peningkatan kualitas penduduk melalui intervensi lintas sektor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bandung Barat( KBB) saat ini memiliki 165 Kampung KB dengan sebagian besar telah masuk kategori mandiri dan berkelanjutan. Salah satunya adalah Kampung KB “Aster Ramah Anak” di Desa Rancapanggung.

Program ini mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari kesehatan, pendidikan, pembinaan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan keluarga sebagai subjek pembangunan yang aktif.

Sementara itu, Asisten Deputi Kemenko PMK Mustikorini Indrijatiningrum menegaskan pentingnya verifikasi lapangan dalam pelaksanaan program pemerintah. Menurut dia, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesesuaian antara laporan dan kondisi nyata.

“Selama ini kami menerima berbagai laporan dari kementerian dan lembaga. Namun, kami perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar mendapatkan gambaran yang utuh,” katanya.
Ia menyoroti peran strategis Kampung KB sebagai pusat koordinasi berbagai program pembangunan keluarga, termasuk pemanfaatan Rumah Data Keluarga untuk memastikan intervensi tepat sasaran.

“Data keluarga harus dimanfaatkan secara optimal, baik melalui sistem digital maupun pemetaan manual, agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Mustikorini juga memperkenalkan Gerakan Nasional Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (Satu jambu) sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan era digital.
Menurut dia, kebiasaan meluangkan waktu bersama keluarga tanpa gangguan gawai menjadi langkah sederhana namun penting untuk membangun kembali kedekatan antar anggota keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, juga disampaikan laporan pelaksanaan Kampung KB oleh Ketua Kampung KB Aster Ramah Anak Yedi Setiadi. Ia menjelaskan bahwa program berjalan secara partisipatif dengan dukungan lintas sektor, termasuk dari dinas kesehatan, sosial, pendidikan, hingga kepolisian.
Program Kampung Zakat dan MBG 3B turut menjadi bagian dari penguatan kesejahteraan masyarakat. Kampung Zakat difokuskan pada pemberdayaan ekonomi berbasis keagamaan, sementara MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memberikan edukasi gizi dan pembentukan karakter anak.

Melalui kegiatan monev ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pembangunan keluarga secara berkelanjutan. ( Septyan )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *