Garut, http://beritajejakfakta.my.id— Suasana Terminal Guntur terlihat sedikit berbeda. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga, tampak sosok Kepala Dinas DPMPTSPDinas DPMPTSP itu naik angkutan kota (angkot) menuju kantor, sebuah langkah nyata yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan sekaligus wujud keteladanan bagi para ASN, Senin (1/12/2025).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut, H. Budi Gan Gan Gumilar, S.H., M.Si. kepada sejumlah wartawan, menegaskan bahwa aturan penggunaan angkutan umum bagi ASN setiap hari Senin dan Jumat bukan sebatas perintah, melainkan gerakan moral.
Menurutnya, ASN harus berada di garis terdepan dalam memberikan contoh, baik dalam pelayanan publik maupun perilaku sosial.
“Kita ingin menegaskan bahwa aturan bukan hanya untuk ditaati, tetapi untuk dicontohkan. Hari Senin dan Jumat adalah momentum kita untuk benar-benar turun ke masyarakat, merasakan apa yang mereka rasakan, dan ikut berkontribusi mengurangi kemacetan serta penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya.
Langkah ini bukan hanya soal kedisiplinan, tetapi juga bagian dari upaya mendorong transformasi budaya kerja. Dengan menggunakan angkutan umum, para ASN dapat memahami dinamika transportasi harian masyarakat sekaligus meningkatkan empati terhadap kondisi mobilitas warga Garut.
Selain itu, kebijakan ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mengurangi polusi, menghemat penggunaan bahan bakar, dan membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan. Budi menambahkan bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari tindakan kecil namun konsisten.
“Jika ASN saja tidak memberi contoh, bagaimana kita berharap masyarakat akan mengikuti? Karena itu, hari ini kita kembali mengawali aktivitas dengan naik angkot,” tuturnya.
Kehadiran seorang kepala dinas di dalam angkot sontak menarik perhatian penumpang lain. Beberapa di antaranya merasa bangga karena melihat pejabat teras daerah tidak segan-segan berada di tengah masyarakat, tanpa jarak atau batas sosial.
Gerakan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi dinas lain dan menguatkan budaya pelayanan publik yang lebih humanis, dekat dengan masyarakat, serta berorientasi pada keteladanan.(Tika)












