Modus “Ngaku Keluarga” Kembali Terjadi di Karawang, Pelajar SMP Ditipu dan Motor Dibawa Kabur

Foto: Terduga pelaku tiga orang, dua orang terduga pelaku berhasil terekam kamera oleh korban sebelum membawa kabur motornya

Karawang, Berita Jejak Fakta Warga kembali dibuat resah. Aksi dugaan pencurian sepeda motor dengan modus mengaku sebagai keluarga kembali terjadi di wilayah Karawang.

Kali ini korbannya seorang pelajar SMP berusia 14 tahun, Ilyas Rizki Darmawan, warga Dusun Bugel RT 017 RW 008 Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur.

Pelaku tak hanya menipu, mereka sengaja membuat korban panik dengan skenario yang terlihat meyakinkan: datang sebagai satu keluarga lengkap.

Kronologi: Dipepet Tiga Orang, Dituduh Mengejar Kerabat

Peristiwa terjadi Senin, 16 Februari 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu korban baru pulang membeli jajanan dari daerah Gempol menuju Resinda.

Namun sebelum kolong jembatan Resinda, ia tiba-tiba diberhentikan satu motor berisi tiga orang: pria, perempuan, dan seorang anak. Mereka mengaku keluarga seseorang dan menuduh korban mengejar kerabat mereka.

“Adik saya bilang tidak kenal dan habis beli jajanan, tapi malah digas-gas supaya takut dan panik,” ujar kakak korban, Sabtu (21/2/2026).

Korban yang ketakutan terus didesak hingga akhirnya dipaksa ikut untuk “klarifikasi”.

Dibawa Keliling, Lalu Ditinggal

Pelaku membawa korban berkeliling hingga kawasan Kampung Budaya Badami. Di sana motor sempat diperiksa dengan alasan pengecekan. Setelah itu korban kembali diajak ke Jalan Perumnas dekat pos Sentralen.

Di titik itulah pelaku menjalankan rencana utama. Mereka meminta korban menunggu, dengan alasan motor akan dibawa menemui keluarga mereka.

“Katanya kalau benar bukan orangnya, adik saya boleh pulang. Tapi adik saya tidak boleh ikut karena katanya urusannya ribet,” jelas kakak korban.

Korban sempat meminta ditemani perempuan yang ikut bersama pelaku, namun ditolak. Beberapa menit kemudian, motor korban dibawa kabur.

Korban ditinggalkan sendirian di lokasi. Beruntung, sebelum ditinggal korban sempat memotret para pelaku menggunakan ponselnya.

Ciri-ciri Pelaku

Pelaku berjumlah tiga orang dalam satu motor:

• Seorang pria (diduga suami)

• Seorang perempuan (diduga istri)

• Seorang anak

• Berpura-pura sebagai keluarga agar korban percaya

Modus ini dinilai berbahaya karena secara psikologis membuat anak merasa bersalah dan takut.

Modus Psikologis: Bikin Korban Panik Dulu

Pola kejahatan ini bukan perampasan biasa. Pelaku menggunakan tekanan mental:

1. Menuduh korban

2. Mengintimidasi

3. Membuat korban takut

4. Meminta ikut “klarifikasi”

5. Menguasai kendaraan tanpa paksaan fisik

Korban akhirnya menyerah dengan situasi karena percaya ia sedang menyelesaikan masalah, padahal sedang ditipu.

Imbauan untuk Warga dan Pelajar

Kasus ini menjadi peringatan serius, terutama bagi anak sekolah:

• Jangan percaya orang tak dikenal meski mengaku kerabat

• Minta bukti berupa foto/dokumen asli jika dituduh melakukan tindak pidana

• Jangan ikut ke lokasi sepi untuk klarifikasi apa pun

• Segera cari tempat ramai dan minta tolong ke warga

• Hubungi orang tua atau aparat Kepolisian

• Jika ada yang menghentikan di jalan, itu bukan prosedur normal, itu indikasi bahaya.

Untuk itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena modus ngaku “keluarga palsu” mulai berulang kembali di Karawang. (Nb/Alim) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *