Sukabumi, Berita Jejak Fakta- Evakuasi hewan terperosok biasanya identik dengan katrol, derek berat, atau otot belasan warga. Namun, insiden di Kampung Cihaur RT 09/RW 02, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi pada Senin (20/7/2026) sore menghadirkan cerita yang berbeda.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos IX Sagaranten terpaksa memutar otak dan memanfaatkan prinsip fisika dasar demi menyelamatkan seekor sapi pejantan berbobot 500 kilogram yang terjebak di dalam sumur sempit sedalam 6 meter.
Kisah bermula saat sapi milik Gojali tersebut sedang digembalakan tak jauh dari area pemukiman. Tali pengikat yang menambat tubuh sapi tersebut mendadak terlepas.
Petugas Damkar Sagaranten, Yusuf, menceritakan bahwa sapi tersebut sebenarnya hendak berjalan pulang secara mandiri menuju kandangnya.
“Sapi itu kan awalnya ditambat. Kemungkinan talinya lepas (esot) pas lagi diangon. Karena lokasi kandangnya cuma berjarak sekitar 15 meter dari sumur tua itu, sapinya jalan mau balik ke kandang sendiri. Tapi di tengah jalan malah terperosok ke dalam sumur,” ungkap Yusuf, dilansir dari detikJabar, Selasa (21/7/2026).
Laporan darurat masuk ke Pos IX Sagaranten pukul 17.00 WIB melalui penerima laporan Ricky Gian Romansyah. Tanpa buang waktu, empat personel damkar yang terdiri dari Supyadin, Randi Koswara, Abdul Fatah, dan Ricky Gian Romansyah langsung meluncur ke lokasi dan tiba hanya dalam kurun waktu 10 menit.
Tiba di lokasi, petugas dihadapkan pada situasi pelik. Sapi seberat setengah ton itu berada di dasar sumur tua berdiameter sempit dengan posisi membujur lurus.
Ruang gerak yang terbatas membuat evakuasi konvensional dengan cara ditarik paksa dari atas berisiko tinggi mencederai hewan atau bahkan membahayakan petugas.
Satu-satunya alat bantu tarik yang dibawa tim adalah webbing tali lintasan dan alat towing (penderek mobil) yang biasa dipakai jika ada kendaraan terperosok. Namun untuk mengangkat bobot 500 kg di dalam lubang sempit, tenaga tarik biasa tentu tak akan cukup. Di sinilah ide kreatif tim timbul untuk memanfaatkan air.
“Kalau cuma ditarik otot, bobotnya setengah ton, ruangnya juga sempit. Akhirnya kita pakai teknik penggenangan. Kita tahu sifat alami tubuh sapi itu kalau di dalam air bisa mengapung (ngambang),” jelas Yusuf.(Red)
