Silaturahmi Pengurus ProKlim Binaan RW 11 Perkuat Sinergi Lingkungan Berkelanjutan

Kota Bekasi , Berita Jejak Fakta Pengurus Program Kampung Iklim (ProKlim) binaan RW 11 menggelar kegiatan silaturahmi antar pengurus pada Minggu, (14/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi ini dilaksanakan di Balai RW 13 Perumahan Galaksi, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Ketua RW 13, Syaeful Karim, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada RW 13 sebagai tuan rumah kegiatan silaturahmi.

Ia menegaskan bahwa seluruh sarana dan fasilitas di lingkungan RW 13 terbuka untuk mendukung kegiatan bersama yang bertujuan memperkuat gerakan lingkungan.

“Terima kasih atas kepercayaannya. Silakan memanfaatkan fasilitas yang ada di RW 13. Semoga kegiatan ini mempererat silaturahmi sekaligus menambah semangat kita dalam mengembangkan ProKlim di wilayah masing-masing,” ujar Syaeful.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah sesi berbagi pengalaman yang disampaikan oleh Ketua ProKlim RW 13, Kosasih.

Dalam paparannya, ia membagikan hasil studi banding ke Tempat Pemrosesan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE) Banyumas yang dinilai berhasil mengubah paradigma pengelolaan sampah.

Menurut Kosasih, keberhasilan TPA BLE tidak terlepas dari dukungan kuat masyarakat serta pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

“Di Banyumas, sampah diolah menjadi berbagai produk bernilai guna seperti kusen plastik, genteng plastik, dan paving plastik yang dipasarkan ke sektor pekerjaan umum. RDF dijual ke pabrik semen, biomassa ke PLTU, sementara maggot dan kompos dimanfaatkan oleh peternak dan petani,” jelasnya.

Ia menambahkan, model TPA BLE sangat layak direplikasi oleh pemerintah daerah lain. Konsep TPA yang semula berarti Tempat Pembuangan Akhir, diubah menjadi Tempat Pemrosesan Akhir, dimana sampah diproses dan diolah secara optimal melalui kerja sama lintas sektor.

“Pemerintah daerah perlu memfasilitasi kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, pabrik semen, hingga PLTU. Dengan sinergi ini, cita-cita Indonesia bebas sampah bukanlah hal yang mustahil,” tegas Kosasih.

Dalam kesempatan tersebut, Kosasih juga memperkenalkan aplikasi laporan keuangan bank sampah sebagai upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Sementara itu, Lala Gozali selaku pembina ProKlim menyampaikan bahwa saat ini terdapat 10 RW binaan, sementara di Kelurahan Pekayon Jaya terdapat 26 RW.

Ia mengajak RW lainnya untuk bergabung dalam kegiatan silaturahmi dan penguatan ProKlim ke depan.

Ia juga menyoroti pekerjaan rumah bersama, khususnya pengelolaan sampah organik yang masih belum tertangani secara optimal.

Untuk tahun 2026, ProKlim menyiapkan sejumlah program strategis, antara lain pertemuan rutin antar pengurus, pengembangan inovasi baru di setiap ProKlim, serta penguatan kelembagaan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari CSR perusahaan, perguruan tinggi, bank sampah, posyandu, karang taruna, hingga Pemerintah Kota Bekasi.

Kegiatan silaturahmi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan kebersamaan merupakan kunci utama dalam membangun gerakan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat komunitas. (AK).

Exit mobile version