Persikindo Kabupaten Bekasi Ajak Anggota Dukung Program Kredit Perumahan dan FLPP

Kab Bekasi, Berita Jejak Fakta -Persikindo (Perkumpulan Srikandi Kreatif Indonesia Kabupaten Bekasi turut hadir di acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan dan FLPP di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Jumat (21/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, yang mengajak masyarakat Provinsi Jawa Barat khususnya di Kabupaten Bekasi untuk memanfaatkan program Kredit Program Perumahan dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menteri Ara juga berbicara langsung dengan perwakilan dari berbagai sektor usaha. Mereka terdiri dari 196 pelaku UMKM, 38 kontraktor, 56 developer perumahan, 60 pengemudi ojek online, dan 22 pengusaha toko bangunan, yang dipertemukan langsung dengan Bank BRI dan Bank BJB.

Ajakan Menteri Ara tersebut disambut baik oleh Ketua Persikindo Kabupaten Bekasi, Frida Tarek, mengingat program tersebut sangat bermanfaat bagi anggotanya yang merupakan pengusaha UMKM di bawah binaan Persikindo.

Kur Perumahan dengan bunga rendah dan tanpa jaminan juga sangat membantu pengusaha umkm yang ingin merenovasi rumahnya untuk usahanya, seperti kios dan dapur produksi.

“Kami menyambut baik program ini karena program Kredit Program Perumahan dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sangat membantu pengusaha UMKM karena keterbatasan ekonomi saat ini masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki rumah sendiri dan bantuan tersebut bisa untuk merenovasi kios dan dapur produksinya,” ungkapnya.

Untuk itu, Frida mendukung program Pemerintah Pusat ini dan Ia pun berharap sosialisasi program ini berlanjut sampai program ini benar -benar terwujud.

“Kami mengajak para anggota Persikindo bisa ikut ambil kesempatan ini, nanti saya akan kordinasi dengan dinas terkait di Pemkab Bekasi untuk teknisnya seperti apa, ” jelasnya.

Bantuan pembiayaan perumahan melalui BRI dan BJB dengan bunga rendah dan tanpa jaminan akan menjadi kemudahan bagi pengusaha UMKM.

Ia menyebut program ini penting agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rentenir yang memberatkan.

“Selama ini kan kami pelaku UMKM sulit mendapatkan pembiayaan modal karena harus pakai jaminan. Nah dengan adanya program pembiayaan tanpa jaminan untuk perumahan kami sangat senang, ” ucap Frida.

Menteri Maruarar di sela – sela acara juga mengatakan bahwa program KUR Perumahan merupakan inovasi baru yang pertama kali dijalankan pemerintah. Ia meminta para birokrat lebih cepat menjelaskan program agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.

“Ayo dong, kasih kesempatan, makanya ini program bagus, birokrat-birokrat harus lebih jelas, cepat menjelaskan kepada rakyat, supaya bisa menikmati KUR Perumahan dari Pak Prabowo. Nggak pernah ada ini, baru sekali ini aja,” terang Maruarar.

Dalam kesempatan ini, hadir pula Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, dan Wakil Bupati Asep Surya Atmaja.

Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyambut baik program tersebut sebagai solusi untuk menghindarkan masyarakat dari jeratan pinjaman online dan rentenir. Ia menyebut KUR Perumahan sebagai langkah strategis untuk membantu masyarakat mendapatkan pembiayaan yang lebih manusiawi.

“Karena kan sekarang kita berupaya menghindari masyarakat dari pinjol, rentenir dan program KUR ini paling tepat,” katanya.

Asep menambahkan bahwa bagi pelaku UMKM, program ini sangat membantu dalam akses permodalan tanpa jaminan. Pemerintah memastikan fasilitas pinjaman di bawah Rp100 juta dapat diakses secara mudah.

“Bagi pelaku UMKM program ini bisa membantu pinjaman modal untuk nilai pinjaman di bawah Rp 100 juta tanpa harus jaminan,” terang Asep usai acara mendampingi Bupati Ade Kunang.(SF) 

 

 

Exit mobile version