Kab Bekasi, Berita Jejak Faktaโ Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Koperasi dan UKM menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengemasan Produk dan Desain Logo bagi Usaha Mikro, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di CX Coaze Lippo Cikarang.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Drs. H. Hasan Basri, MM, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen Lippo Cikarang yang telah memberikan dukungan dan ruang bagi pelaksanaan kegiatan pemberdayaan usaha mikro tersebut.
“Dukungan seperti ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ekosistem UMKM yang semakin kuat,” ujarnya.
Hasan Basri menilai keterbukaan dan komitmen manajemen Lippo Cikarang telah memberikan kesempatan berharga bagi para pengusaha mikro Kabupaten Bekasi untuk belajar, berkembang, memperluas jejaring, dan meningkatkan akses terhadap pasar.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi kerja sama yang berkelanjutan, khususnya dalam membuka akses pemasaran, promosi, kemitraan, dan berbagai peluang bagi produk-produk usaha mikro Kabupaten Bekasi.
“Kami percaya ketika pemerintah, dunia usaha, dan para pengusaha mikro berjalan bersama, maka akan semakin banyak usaha mikro yang mampu tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” katanya.
Dalam sambutannya, Hasan Basri menekankan pentingnya kemasan dan logo di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. Menurutnya, kualitas produk saja tidak cukup tanpa tampilan visual yang menarik dan identitas merek yang kuat.
“Kemasan merupakan wajah pertama produk, sedangkan logo merupakan identitas yang membedakan produk kita dengan produk lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemasan yang menarik, informatif, aman, dan sesuai karakter produk akan memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing. Sementara logo yang baik akan membantu konsumen mengenali dan mengingat sebuah merek.
Kegiatan bimtek ini, lanjut Hasan, menjadi bagian dari upaya Pemkab Bekasi untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pengusaha mikro agar semakin siap masuk ke pasar yang lebih luas, baik melalui ritel modern, pusat perbelanjaan, perhotelan, marketplace, maupun pemasaran digital.
“Kami berharap para peserta tidak takut untuk melakukan inovasi. Jangan takut mengubah kemasan, jangan takut memperbaiki logo, dan jangan takut membangun merek,” pesannya.
Pemkab Bekasi, kata dia, akan terus mendorong berbagai program pemberdayaan usaha mikro, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, legalitas, fasilitasi penguatan kemitraan, pemasaran, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.
Namun demikian, keberhasilan program pemberdayaan UMKM membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, lembaga keuangan, hingga para pengusaha itu sendiri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Agus Dwi Riyanto, ST, M.Si, beserta para pelaku usaha mikro Kabupaten Bekasi.(SF)ย












