Daerah  

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke 19 Mengusung Tema Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja

Bandung Barat, Berita Jejak Fakta -Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memperingati Hari Jadi ke-19 daerah otonom ini dengan upacara resmi di Lapangan Mekar Sari Plaza, Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat.

Perayaan tahun ini mengusung tema “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja” sebagai refleksi perjalanan panjang pemekaran wilayah sekaligus penegasan komitmen pembangunan berorientasi kesejahteraan masyarakat.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin pengibaran bendera Merah Putih.

Upacara berlangsung khidmat dengan dukungan petugas dari berbagai unsur daerah. Camat Batujajar Andi M. Hikmat menjadi komandan upacara. Pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 dibacakan Camat Padalarang Hendi Setiadi, dilanjut doa oleh Kepala Kantor Kemenag KBB H. Mukti Ali Sodikin.

Refleksi 19 Tahun Pemekaran

Aspek historis pendirian KBB kembali ditegaskan sebagai landasan gerak. KBB resmi dibentuk 19 tahun lalu lewat UU Nomor 12 Tahun 2007.

Kehadiran daerah otonom baru ini buah aspirasi dan perjuangan masyarakat, tokoh pemekaran, ulama, serta akademisi demi mendekatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan ekonomi.

Capaian Makro Menunjukkan Tren Positif

Dalam pidatonya, Bupati Jeje memaparkan capaian indikator makro. Pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil. Indeks Pembangunan Manusia IPM kini 71,65 poin.

Sektor infrastruktur juga mencatat progres. Pemerintah daerah sudah menangani jalan kabupaten sepanjang 36.858 meter, sehingga rasio jalan mantap naik jadi 78,80%. Capaian ini melampaui target Renstra daerah. Untuk pelayanan dasar, Standar Pelayanan Minimal SPM tembus 98,5%.

“Ngajaga amanah artinya menjaga kepercayaan rakyat lewat pemerintahan jujur, akuntabel, responsif, dan melayani. Ngawangun raharja artinya menghadirkan pembangunan yang memberi kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat,” ujar Jeje.

Tata Kelola & Tantangan Fiskal

Di bidang tata kelola, KBB mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian WTP dari BPK. Dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah EPPD nasional, KBB ada di peringkat 95 dari 514 kabupaten/kota.

Skor Monitoring Center for Prevention MCP KPK juga naik, seiring penerapan sistem merit ASN.

Meski begitu, Pemda terbuka soal keterbatasan fiskal. Penyelesaian persoalan daerah dilakukan bertahap sesuai skala prioritas, terutama pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Kritik serta masukan publik ditempatkan sebagai bagian evaluasi berkala.

Upacara dihadiri Dandim 0609/Cimahi, Kapolres Cimahi, Kajari Kabupaten Bandung, Sekda, dan para kepala desa se-KBB. Acara disemarakkan Korps Musik Gita Abdipraja IPDN dan Satpol PP KBB. (SEFTYAN)

Exit mobile version