SMP Raksanagara Dapat Bantuan PHTC untuk Renovasi 4 Sarana Sekolah

Bandung Barat, Berita Jejak Fakta – Revitalisasi sekolah merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan. PHTC diluncurkan Prabowo bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2 Mei 2025.

Mendikdasmen Mu’ti menyebutkan akan ada 10.440 sekolah yang ikut program ini dan dimulai sejak 2025.

SMP Raksanagara mendapat bantuan Pemerintah program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 berlokasi di Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis 4 Desember 2025.

Sebanyak 4 sarana di sekolah tersebut yang akan direvitalisasi yakni Ruang Kelas, Perpustakaan, UKS (Usaha Lesehatan Sekolah) dan Toilet/WC.

“Bangunan-bangunan yang kami terima sebagai program revitalisasi itu memang betul-betul sesuai dengan kondisi yang sangat dibutuhkan kami, ” ungkap H. Harun.

Haji Harun Sebagai panitia pelaksana bendahara revitalisasi juga sebagai guru dan masyarakat merasa sangat bahagia atas bantuan pemerintah ini semoga dapat dirasakan semua pihak termasuk peserta didik sehingga akan merasa nyaman dan aman dalam melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Kami sangat bersyukur menerima program ini karena betul-betul sesuai dengan kebutuhan, kondisinya juga sudah banyak yang rusak, umur bangunannya juga sudah cukup lama. murid-murid SMPN Raksanagara menyambut program revitalisasi dengan sangat gembira. Mengingat hal ini akan sangat berhubungan dengan kenyamanan belajar siswa-siswi,” sambungnya.

Kepada pemerintah terutama Presiden Prabowo Subianto yang sudah memfasilitasi Dinas Pedidikan (Disdik) dan Kemendikdasmen yang sudah memperlancar bantuan ini pihak sekolah mengucapkan terimakasih.

“Semoga ke depannya bantuan revitalisasi ini berkelanjutan dan masih ada sarana sekolah ini yang perlu direhab dan dikembangkan kembali. Masih ada 4 ruang kelas kurang layak dan pagar pembatas sekolah kurang lebih sepanjang 150 meter. Untuk lahan sekolah ini satus tanahnya hibah atas nama yayasan,” jelas Harun.

Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang pendidikan tersebut, SMP Raksanagara mendapatkan pendanaan sebesar Rp. 1.489.147.000,- yang akan dikerjakan dalam 100 hari kalender. Sumber Dana tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025.

Menerima dana yang tidak sedikit tentu membuat Deden Ahmad Hidayat sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMPN 1 Purbalingga menjadi khawatir.

Terlebih tata kelola dilaksanakan kepada guru yang tidak punya latar belakang revitalisasi sekolah, karena mekanisme program adalah swakelola oleh sekolah, dengan penguatan tata kelola dan partisipasi masyarakat.

Untuk itu, Deden rutin menggelar koordinasi dan evaluasi setiap minggunya. Ia menegaskan pihaknya akan mencari langkah “selamat” dan terus mengingatkan berbagai pihak terkait untuk hati-hati dalam menggunakan dana.

“Jadi berusaha untuk mengelola dana +- 1,4 miliar banyak sekali. Sehingga kami tentu sangat hati-hati sekali. Kami berupaya speknya harus sesuai dengan yang ada di RAB (Rencana Anggaran Biaya),” jelas Deden.

“Kemudian ada Juknisnya (Petunjuk Teknis). Juknis dari kementerian (Kemendikdasmen) itu benar-benar pedoman bagi kami dalam melakukan revitalisasi di SMP Raksanagara,” tandasnya.

Deden Ahmad Hidayat sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kurikukum menuturkan rasa syukur dengan adanya bantuan revitalisasi ini maka kegiatan KBM menjadi terdukung.

“Alhamdulillah ditambah dengan adanya perpustakaan dan ada UKS sangat membantu. Mudah-mudahan dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai ini ada peningkatan kualitas dan motivasi pembelajaran di sekolah kami, ” jelasnya.

SMP Raksanegara jumlah siswa-siswi 268 dan tenaga pendidik sebanyak 19 orang. Sekolah swasta secara tidak langsung menerima dampak akibat dari adanya kebijakan pemerintah yang membuka kelas sampai dengan 50 kelas untuk sekolah negeri, maka dari itu sekolah untuk tahun sekarang ini cukup berkurang jumlah siswa karena kebanyakan ingin ke sekolah negeri.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini masyarakat sekitar melihat dan termotivasi untuk memasukan anaknya ke sini dengan memiliki sarana dan prasarana cukup kelengkapan untuk belajar,” ujar Deden. (SEFTYAN)

Exit mobile version