Kab Bekasi,Berita Jejak Fakta– Ratusan jamaah Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, memadati Masjid Jami Nurul Huda pada hari Sabtu, 22 November 2025/1447 Hijriyah.
Kehadiran ratusan warga ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meningkatkan Harmonis dan Cinta Baginda Nabi SAW”.
Acara yang berlangsung di jalan Desa Sukaringin berjalan dengan meriah dan penuh khidmat.
Kehadiran KH Aang Kunaifi memberikan tausiahnya dengan tema: Iman, Ujian, dan Kesetaraan menjadi puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Terik matahari yang menyengat tidak menyurutkan semangat para jamaah, khususnya kaum ibu-ibu yang tampak kompak dan solid mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Kehadiran tokoh masyarakat dan dukungan elemen masyarakat antara lain, Kepala Desa Sukaringin, jajaran BPD Sukaringin,ulama dan para Ustadz setempat,serta anggota Linmas Sukaringin yang turut menjaga ketertiban makin menambah khidmat acara.
Kelancaran acara juga didukung oleh tata suara yang prima dari Paisal (Bapak Oca Sound), sehingga lantunan ayat suci dan ceramah terdengar jelas oleh seluruh hadirin.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh seorang Hafidz (penghafal Al-Qur’an) tingkat lanjut, menambah kekhusyukan suasana.
Ustadzah H.Nuruhayati, yang bertindak sebagai panitia pelaksana sekaligus MC, menyampaikan rasa bahagia dan mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang ikut mensuport dan ratusan para jamaah yang hadir secara antusias.

“Alhamdulillah, terima kasih dan rasa senang yang mendalam kepada ibu-ibu jamaah Sukaringin. Kekompakan dan solidaritas kalian luar biasa. Meski di bawah terik panas matahari, insya Allah ini menjadi payung naungan malaikat dan jalan menuju surganya Allah Ta’ala. Semoga dosa-dosa kita diampuni oleh Allah pada hari ini,” ujar Ustadzah H. Nuruhayati.
Dalam tausiyah KH. Aang Kunaifi, beliau menekankan pentingnya menjaga iman di tengah perubahan zaman.
“Jangan sampai iman kita dirombak oleh arus urbanisasi dan hidup jangan pernah putus asa,” pesan KH Aang Kunaifi.
Beliau juga mengingatkan tentang hakikat kesetaraan manusia di hadapan Sang Pencipta. “Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi”.
“Sesungguhnya kita itu sama. Di antara hamba Allah, orang yang paling mulia adalah karena ketakwaannya kepada Allah Ta’ala,” kata KH. Aang.
KH Aang Kunaifi memberikan nasihat mendalam mengenai ujian hidup dan godaan dunia. Beliau mengingatkan bahwa keberkahan tidak selalu berwujud uang yang banyak.
“Taman surga itu banyak godaan. Jangan heran jika jalan menuju surga penuh cobaan, karena itulah jalan yang sebenarnya. Sebaliknya, neraka itu mudah dan seringkali dihiasi dengan syahwat dan kesenangan sesaat,” tegasnya.
Beliau mendoakan agar setiap langkah kaki jamaah yang hadir, yang meninggalkan keburukan untuk menuju majelis ilmu ini, dicatat sebagai pengampunan dosa dan menjadi jalan masuknya para ibu-ibu jamaah ke dalam surga Allah SWT.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Desa Sukaringin senantiasa diberkahi, harmonis dan warganya semakin mencintai Rasulullah SAW. (HB)












