Kota Bekasi, Berita Jejak Fakta -Seorang warga yang tidak diketahui identitasnya ditemukan terlantar dalam kondisi mengkhawatirkan di kawasan Jalan KH Agus Salim, RT 004/RW 08, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Korban diduga menderita sakit ayan atau kejang-kejang hingga mulutnya mengeluarkan busa, sehingga memancing perhatian warga sekitar dan aparat setempat Minggu, ( 24/05/2026 )
Babhinkamtibmas Bekasi Jaya, Aipda Heryanto, menerangkan bahwa peristiwa bermula saat pihaknya menerima laporan langsung dari warga mengenai keberadaan orang terlantar yang terlihat sakit keras.
Mendapatkan informasi tersebut, Aipda Heryanto segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama perangkat RT dan RW setempat untuk mengecek kondisi korban secara langsung.
“Setiba di lokasi, kami mendapati korban berjenis kelamin pria dengan perkiraan usia sekitar 60 tahun. Saat itu kondisinya masih hidup, namun terlihat menderita sakit dengan gejala kejang-kejang dan mulut berbusa. Kami segera memastikan keamanan dan kondisinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Aipda Heryanto.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan para pemangku wilayah, di antaranya Madan Ketua RT 004, Ali Wardana selaku Ketua RW 08 Bekasi Jaya, serta Mamah dan Tim selaku Petugas Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Bekasi Jaya.
Mereka juga bersama-sama segera menghubungi pihak Puskesmas Bekasi Jaya dan RSUD Kota Bekasi guna meminta bantuan medis.
Berkat kerja sama yang cepat dan terkoordinasi, korban akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan ambulans dari RSUD CAM Kota Bekasi. Korban kemudian dibawa menuju rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan medis dan perawatan intensif lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa nama lengkap maupun alamat asal korban, karena tidak ditemukan dokumen atau tanda pengenal apa pun yang dimilikinya. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Kota Bekasi.
Pihak berwenang berharap adanya informasi dari masyarakat yang mengetahui identitas atau keluarga korban, agar dapat membantu proses penanganan lebih lanjut.(Red)












