Kota Bekasi, Berita Jejak Fakta– Semangat warga dalam menjaga lingkungan kembali membuahkan prestasi. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kecamatan Bekasi Selatan menggelar Lomba Bank Sampah sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan.
Dari 94 RW yang berada di wilayah Kecamatan Bekasi Selatan, sebanyak 15 bank sampah berhasil lolos seleksi dan mengikuti tahapan penilaian. Puncaknya, pengumuman pemenang dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026 di kantor Kecamatan Bekasi Selatan.
Berdasarkan hasil penilaian, Juara I diraih Bank Sampah Mutiara RW 13, Kelurahan Jakamulya. Posisi Juara II diraih BSU Kemuning RW 13, Kelurahan Pekayon Jaya, sedangkan Juara III diraih Bank Sampah Gemas Darling RW 04, Kelurahan Jakasetia.
Prestasi tersebut disambut penuh syukur oleh pengurus dan warga RW 13 Perumahan Galaksi, Pekayon Jaya. Bagi BSU Kemuning, capaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa konsistensi, kebersamaan, dan kepedulian warga terhadap lingkungan mampu menghasilkan prestasi.
Ketua BSU Kemuning RW 13, Kosasih, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, pendampingan, serta motivasi selama proses persiapan hingga penilaian lomba.
“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih kepada Bapak Karya Sukmajaya, Camat Bekasi Selatan, Ibu Amanda Pratiwi Prihadie, Lurah Pekayon Jaya beserta jajaran, Tim Juri Lomba Bank Sampah, seluruh pengurus RW 13, pengurus BSU Kemuning, serta seluruh warga RW 13 yang telah memberikan dukungan dan semangat,” ujar Kosasih.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Mulyanto Diharjo, Direktur BSIP, Ibu Endang Purwanti dan Ibu Munarti selaku mentoring Korwil Bekasi Selatan, serta Ibu Eti Sudrita Astuti dan Ibu Wien yang telah memberikan pendampingan, masukan, dan motivasi kepada BSU Kemuning.
Menurut Kosasih, raihan Juara II justru menjadi energi baru untuk terus berbenah. BSU Kemuning berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola, memperluas partisipasi masyarakat, dan mengembangkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Tanpa kebersamaan, kepedulian, kedisiplinan, dan gotong royong seluruh warga, capaian ini tentu tidak akan terwujud,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan bank sampah bukan semata-mata untuk mengejar prestasi dalam perlombaan. Lebih jauh, bank sampah diharapkan mampu membangun perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
“Sampahku, tanggung jawabku. Mari terus bergerak bersama. Kami ingin BSU Kemuning RW 13 tidak hanya berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi warga dan menjadi bagian dari gerakan lingkungan yang berkelanjutan,” tegas Kosasih.
Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa lingkungan yang bersih tidak lahir dari satu orang, melainkan dari kesadaran dan gerakan bersama. Dari RW 13, semangat memilah sampah, menjaga kebersihan, dan membangun lingkungan berkelanjutan terus digaungkan. BSU Kemuning: Bersih, Sehat, Bermanfaat.(Red)












