Tanjung Selor, Berita Jejak Fakta–Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie menghadiri pelaksanaan Mubes Luar Biasa Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara yang berlangsung penuh khidmat, kekeluargaan (familiar) dan semangat persatuan.
Forum ini menjadi bagian dari proses pergantian kepemimpinan organisasi adat guna memastikan keberlanjutan peran DAD di tengah masyarakat. Namun pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar di dalam sebuah organisasi.
Menurut Ketua Ketua DPRD Kaltara yang terpenting dalam pelaksanaan Mubes berjalan sesuai mekanisme serta dapat di terima oleh seluruh pihak.
“Mubes adalah musyawarah luar biasa dan itu hal yang biasa dalam setiap organisasi, ” ucapnya.
Sementara Achmad Djufrie, didampingi anggota DPRD Kaltara, Kornie Serliany dan Pdt. Robenson Tadem, menilai pergantian kepemimpinan yang berlangsung dalam forum tersebut berjalan kondusif serta mencerminkan kedewasaan organisasi adat dalam menyikapi dinamika internal.
Kegiatan ini merupakan proses memilih pemimpin pengganti yang rutin dilaksanakan. Kekompakan yang ditunjukan sepanjang jalannya proses musyawarah menjadi modal penting bagi organisasi adat agar tetap menjalankan fungsi dan perannya dalam menjaga menjaga nilai nilai budaya serta memperkuat persatuan masyarakat adat di Kaltara.
Hasil musyawarah yang diterima bersama sebagai isyarat bahwa proses regenerasi kepemimpinan berlangsung dengan baik termasuk juga mampu menjaga serta memelihara stabilitas organisasi.
Momen acara adat dalam penggantian berjalanan kondusif dan sangat bagus, sehingga bisa diterima dan didukung oleh semua pihak termasuk menyetujui keputusan yang dihasilkan di dalam acara Mubes Luar Biasa Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara.
Dalam perhelatan forum turut dihadiri Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Marthin Billa. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara secara resmi di lakukan oleh Gubernur Kaltara, H. Zainal Arifin Paliwang yang juga sebagai Anggota Dewan Kehormatan MADN. (ADV)
