Kota Bekasi, Berita Jejak Fakta – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik terus dilakukan oleh Proklim RW 011 Pekayon Jaya. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, pengurus Proklim menggelar workshop pembuatan eco enzyme dan detergen organik berbahan dasar eco enzyme bekerja sama dengan Eco Enzyme Nusantara.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini diikuti oleh pengurus dan anggota Proklim binaan RW 011 serta komunitas peduli lingkungan. Workshop tersebut menjadi langkah nyata dalam mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga agar lebih bermanfaat, bernilai ekonomi, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai metode pengolahan sampah organik menjadi produk ramah lingkungan, seperti kompos, eco enzyme, pakan ternak, hingga budidaya maggot yang bermanfaat bagi sektor peternakan dan pertanian berkelanjutan.
Peserta juga mendapatkan praktik langsung membuat detergen organik berbahan campuran eco enzyme. Selain digunakan untuk mencuci pakaian, eco enzyme memiliki beragam manfaat lain, seperti pembersih lantai alami, pembersih peralatan rumah tangga, serta membantu membersihkan pestisida dan kuman pada buah maupun sayuran. Dalam bidang perawatan diri, eco enzyme juga dapat dimanfaatkan sebagai campuran toner, krim wajah, sampo alami, mengatasi berbagai luka dan berbagai penyakit kulit .
Dari sisi lingkungan, eco enzyme diyakini mampu membantu meningkatkan kualitas udara, air, dan tanah, sekaligus berfungsi sebagai penyubur tanaman alami yang ramah lingkungan.
Ketua Proklim RW 13, Kosasih, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik yang selama ini belum tertangani secara optimal.
“Bank sampah yang ada saat ini umumnya masih fokus menerima sampah nonorganik, sementara sampah organik rumah tangga belum banyak diolah. Di sisi lain, penggunaan biopori juga masih minim. Karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi awal gerakan bersama dalam mengelola sampah organik agar lebih produktif dan bernilai,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah organik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, sampah organik dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ekonomi warga berbasis lingkungan.
“Kami ingin membangun gerakan bersama dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk investor pengolah sampah organik. Harapannya, lingkungan menjadi lebih asri, ekonomi warga meningkat, tenaga kerja terserap, dan pada akhirnya tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman—lingkunganku surgaku,” tegas Kosasih.
Melalui kegiatan ini, Proklim RW 011 Pekayon Jaya menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga bagian dari perubahan pola pikir menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan, produktif, dan ramah lingkungan. (Red)
