Mahalnya Harga Plastik, Ahmad Faisyal Ajak Masyarakat Gunakan Wadah Makanan dan Minuman Sendiri Saat Belanja

Kota Bekasi, Berita Jejak Fakta – Harga plastik saat ini sedang naik karena perang Iran vs Israel yang mengganggu jalur distribusi global, terutama di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Ini berdampak pada harga feedstock plastik seperti naphtha, ethylene, dan aromatik yang naik signifikan. Di Indonesia, harga biji plastik seperti GPPS, HIPS, ABS, dan AS juga mengalami kenaikan sekitar $50-150/ton dalam beberapa minggu terakhir.

Dampaknya, industri plastik lokal seperti produsen botol Air Minum Dalam Kemasan (AMDK),kemasan makanan dan elektronik mengalami kenaikkan harga.

Ahmad Faisyal Hermawan, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat mengatakan kenaikan harga plastik bukan hanya masalah operasional, tapi juga beban tambahan bagi UMKM.

Ia menyarankan pemerintah untuk melakukan intervensi pasar, memberikan insentif pajak, dan mendorong penggunaan kemasan alternatif.

Menurutnya, kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum untuk mengurangi beban ekologis dan beralih ke ekonomi hijau.

Ia pun, menyarankan untuk mengimbangi kenaikan harga plastik dengan mendorong masyarakat untuk beralih ke kemasan organik dan ramah lingkungan, seperti daun pisang atau daun jati atau bawa wadah sendiri saat belanja makanan atau minuman.

“Misalnya wadah yang kita bawa sendiri dari rumah seperti kotak makan, tumbler, bisa kita gunakan saat belanja makanan atau minuman yang sekiranya bisa menggantikan kantong plastik atau gelas plastik, selain menghemat biaya juga mengurangi sampah palstik, ” ungkapnya.

Tentunya langkah ini bisa di mulai dari lingkungan terdekat dan bagi pelaku UMKM bisa memberikan potongan harga ketika pembeli membawa wadah sendiri dengan aturan atau mekanisme yang mereka tetapkan sendiri.

Karena kata Faisyal dampak kenaikan harga plastik terhadap UMKM, yang bisa mencapai 30-80%, tentunya memberatkan pedagang dan berdampak kenaikan harga makanan dan minuman. (ADV/SF)

 

 

 

 

Exit mobile version