Kab Bekasi, Berita Jejak Fakta -Akhir pekan ini, banjir akibat tingginya curah hujan tak hanya ‘menenggelamkan’ wilayah DKI Jakarta. Di beberapa titik di Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mengalami hal yang sama. Bahkan boleh dibilang lebih parah. Sejumlah perumahan premium di Bekasi tak luput dari amukan air.
Atas kejadian ini, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), menuding pengembang perumahan di Bekasi, tidak bisa lepas tangan. Mereka harus ikut bertanggung jawab atas banjir di perumahan yang digarapnya.
“Ini yang paling saya prihatinkan saat warga mengalami kebanjiran. Dulu, pihak developer yang mempromosikan perumahannya, janjinya gimana? Dulu mereka bilang aman dan nyaman, daerahnya bebas banjir. Kini, konsumennya teriak-teriak, ke mana mereka,” ungkap Gubernur KDM, dikutip dari akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Minggu (25/1/2026).
Saat ini, lanjut Gubernur KDM mengatakan, para pengembang lebih sibuk mengajukan izin pembangunan perumahan baru kepada pemerintah, ketimbang menemui warga yang terdampak banjir. Padahal, konsumen adalah korban janji palsu.
“Mereka lebih sibuk mengajukan izin baru, untuk itu saya mengajak kepada para pengembang perumahan di seluruh provinsi Jawa Barat yang perumahannya dilanda banjir, sebaiknya turun ke lapangan. Temui warga, sama-sama cari solusi dengan pemerintah,” kata Gubernur KDM.
Mantan Bupati Purwakarta ini, menekankan para developer berperan aktif bersama Pemprov Jabar, untuk mencari solusi banjir di wilayah perumahan Bekasi.
“Jangan sesuatunya dibebankan kepada pemerintah. Bagaimanapun, ketika mereka membangun perumahan pasti dapat keuntungan,” pungkasnya.
Banjir Parah di Perumahan Elit Bekasi
Sempat viral akun TikTok @adiminee yang menayangkan video pendek tentang parahnya banjir di Perumahan Harapan Indah, Bekasi yang dikenal premium.
Sejatinya, banyak kawasan perumahan elit di Bekasi yang menjadi langganan banjir. Sebut saja Kemang Pratama, Jatibening Permai dan Bumi Nasio Indah.
Sehingga wajar jika penghuni perumahan itu, mengunkapkan keluh kesahnya lewat media sosial (medsos). Rumah yang dibelinya miliaran rupiah, ternyata tak bebas banjir.
Dalam akun tersebut, perekam video mengungkapkan kekecewaan karena banjir terjadi dua kali dalam seminggu. Tak perlu menunggu lama, curhatan itu sampailah ke akun medsos Gubernur KDM.
“Harapan Indah parah. Rumah gue kebanjiran lagi. Yang dipikirin perumahan baru terus, yang lama enggak diurusin,” ucap warga yan ditayangkan dalam video tersebut.
Kemudian, diceritakanlah pengalaman pahit keluarganya ketika banjir melanda. Mungkin hanya kebetulan, keponakannya meninggal dunia sehingga harus dievakuasi menggunakan perahu karet oleh tim SAR. Akibat terputuskan akses karena terendam banjir.
Dalam unggahan lanjutan, warga menegaskan, keluhannya bukan ditujukan hanya pemerintah daerah. Ia mengaku ingin mendapat respons dan tanggung jawab dari pihak pengembang.
Alih-alih memberikan jawaban yang bikin sejuk hati warga perumahan yang menjadi korban banjir, pengembang justru mengalihkan tanggung jawab kepada pemerintah daerah (pemda). Alasannya, pemeliharaan lingkungan merupakan tanggung jawab pemda serta instansi terkait. (red
