Kunjungan Pejabat Struktural BGN ke SPPG Pangauban Batujajar KBB, Ini Pesannya untuk Mitra BGN

Bandung Barat, Berita Jejak Fakta Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pramaguna Nasional di Desa Pangauban Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB) Kamis, 8 Januari 2026.

Kunjungan dilakukan untuk memantau proses produksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penerima manfaat.

Rufriyanto Maulana Yusuf selaku Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi BGN yang berperan penting dalam mengawasi risiko dan memastikan Program MBG berjalan efektif dan akuntabel.

Kegiatan hari ini merupakan kunjungan kami di beberapa perwakilan SPPG ini adalah kunjungan penugasan Pejabat Struktural BGN untuk mendatangi dan mengecek secara langsung proses operasionalisasi distribusi MBG hari Pertama di tahun 2026.

“Kita tahu bahwa MBG sudah berjalan satu tahun. Selama satu tahun ini tepatnya di bulan Desember 2025 telah berdiri 19.188 SPPG di seluruh indonesia tersebar di 38 Provinsi yang melayani sampai dengan 55,1 JT penerima manfaat. Kita harapkan bahwa hari ini mulai mendistribusikan MBG serentak di seluruh indonesia salah satunya di Desa Pangauban Kecamatan Batujajar Bandung Barat,” jelasnya.

“Kita ingin ada kearifan lokal atau ciri khas menu makanan daerah yang ada di setiap daerah untuk diberikan ke penerima manfaat. Namun karena saat ini ternyata untuk daerah pangauban penerima manfaat anak sekolah masih libur, sepertinya menu hari ini menu keringan kemungkinan baru hari senin depan bisa dibuat menu ciri khas sesuai daerahnya,” sambungnya.

Kepala Badan Gizi Nasional sudah menyampaikan Surat Ederan (SE) akhir tahun 2025 dengan Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pendistribusian MBG pada hari libur Nataru tetap di laksanakan.

“Kaitan dengan menu Gizi Standarisasi Nasional. BGN dari awal telah menentukan Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan. AKG ini yang menjadi acuan pendistribusian MBG di setiap SPPG sehingga menu yang diberikan baik itu menu keringan atau menu siap saji untuk penerima manfaat harus memenuhi AKG yang telah ditetapkan dalam Juknis (Petunjuk Teknis) yang mengacu pada AKG yang di atur dalam pertaruran Menteri Kesehatan,” ujarnya.

Setiap SPPG menempatkan satu orang Ahli Gizi. Ahli Gizi tersebut yang akan memastikan bahwa menu keringan yang di buat itu telah memenuhi kecukupan Gizi harian.

“Program MBG ini sudah menyerap 789.318 Tenaga kerja lokal di seluruh indonesia, kita juga melibatkan sampai dengan 46.955 Supplier untuk menyuplai bahan baku ke SPPG yang ada mulai dari UMKM (Usaha Mikro Kecil, dan Menengah), Koperasi, BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dan BUMDesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama), Koperasi Desa Merah Putih maupun supplier lainnya yang terlibat secara langsung dalam rantai pasok Program MBG,” tuturnya.

Ini akan terus bertambah seiring bertambahnya target capaian MGB sampai dengan target maksimalnya di 82,9 JT penerima manfaat. Kami terus mendengar dari berbagai masukan kritikan publik dan terus melakukan evaluasi serta perbaikan untuk mensukseskan Program MBG.

Sesuai Instruksi Presiden kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas Program MBG melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas gizi, jaminan keamanan pangan hingga pengawasan dapur MBG, kita ingin Program MBG bisa tumbuh bersama dengan berbagai lapisan masyarakat.

“Kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat seluruh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Relawan MBG, Ahli Gizi, Akuntan dan Pihak lainnya serta rekan-rekan wartawan sekalian yang sudah ikut aktif dalam mensukseskan program Makan Bergizi dan memberikan makan terbaik buat anak-anak Indonesia, kami juga berterimakasih apabila ada kritik dan saran serta dukungan masyarakat untuk Program MBG, ” ungkapnya.

Sebanyak 3.000 lebih SPPG yang sudah tersertifikasi dan sisanya sudah mendaftarkan. Pendaftaran untuk proses sertifikasi cukup panjang dan itemnya banyak, minimal kita sudah mewajibkan setiap SPPG harus bersertifikasi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) dan sertifikasi Halal.

Hendrik Irawan Owner/Mitra SPPG Pangauban menyambut baik kunjungan Perwakilan BGN ke SPPG Pangauban adalah suatu kehormatan bagi kami untuk mendukung Program Bapak Prabowo Subianto. Alhamdulillah dari pihak BGN responnya positif dengan menu yang tadi di coba. Kedepannya program ini harus maju dan berkualitas.

Sementara Ahmad Sofyan Kepala SPPG Pangauban. “Alhamdulillah kita kedatangan BGN pusat, tanggapan beliau untuk dapur ini sangat positif arahan beliau kami terima dan tidak ada komentar negatif untuk dapur ini, ” ujarnya.

Harapan kedepan untuk semua SPPG seluruh Indonesia bisa amanah untuk memberikan menu yang terbaik dan semoga Program ini terus berjalan menuju Indonesia emas tahun 2045 yang akan datang. (SEFTYAN)

Exit mobile version