SMP N 1 Cihampelas Jumlah Siswanya Ribuan Tapi Cuma Ada 12 Toilet. Bagaimana  Ekosistem Sekolah akan Berkualitas? 

Bandung Barat, Berita Jejak Fakta – Untuk memastikan setiap sekolah memiliki fasilitas yang memadai dan sesuai standar demi menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan merata salah satunya dengan seimbangnya jumlah toilet dengan jumlah siswa -siswi di sekolah tersebut.

Ironisnya jumlah toilet di SMP Negeri 1 Cihampelas hanya tersedia 12 toilet. Sementara untuk jumlah keseluruhan siswa berjumlah 1.192 terdiri dari 578 siswa laki-laki dan 614 siswa perempuan.

Ha ini menunjukkan tak seimbangnya kebutuhan jumlah toilet dengan jumlah siswa yang ada di SMP N 1 Cihampelas.

Dengan jumlah ruang kelas 33 kelas, laboratorium komputer 1, laboratorium IPA 1, perpustakaan 1 dan jumlah tenaga pendidik dan tenaga teknis sekolah berjumlah 60 orang, tak sebanding dengan jumlah toilet yang hanya ada 12 toilet di sekolah tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Dadang Nurjaman, Kepala Sekolah SMPN 1 Cihampelas, mengaku prihatin karena jika diperhatikan sekolah sibuk menata lingkungan sekolah, namun sayangnya ketersediaan jumlah toilet yang ideal, bersih dan sehat luput dari perhatian pemangku kebijakan di Pemkab Bandung Barat.

Jumlah toilet di SMPN 1 Cihampelas sangat kekurangan sarana toilet. Padahal untuk lahan pembangunan penambahan toilet di SMPN 1 Cihampelas masih bisa untuk membangun 10 toilet.

Nurjaman Kepsek SMP Negeri 1 Cihampelas

” Bicara soal transformasi sekolah hampir semua sekolah sibuk menata lingkungan, mengecat tembok, memperbaiki pagar, menyediakan wifi atau mempercantik taman sekolah, hal itu bagus. Tetapi menurut saya transformasi sekolah bisa di mulai dari hal kecil dan kadang sering terabaikan, sederhana namun vital, yakni ketersediaan jumlah toilet sekolah yang ideal, bersih dan sehat, ” bebernya.

Berdasarkan Permendiknas (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional) No. 24 Tahun 2007 (sekarang menjadi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) adalah peraturan yang menetapkan standar sarana dan prasarana.

Peraturan ini mengatur kriteria minimum dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh sekolah dalam hal sarana (fasilitas) dan prasarana (infrastruktur) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Standar sarana meliputi fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan lainnya. Sedangkan standar prasarana adalah kriteria minimum untuk lahan, bangunan, dan fasilitas penunjang lainnya.

Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019 menunjukkan bahwa idealnya rasio toilet untuk satu toilet digunakan oleh 40 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan di jenjang SMP, SMA/SMK.

Namun begitu masih ada beberapa sekolah yang mengalami kekurangan fasilitas toilet yang layak dan bersih.

Bahkan, beberapa toilet tidak dapat digunakan karena rusak atau tidak terawat, serta kurangnya pasokan air bersih.

Sekolah sehat, sekolah ramah anak, atau Sekolah Adiwiyata akan sulit terwujud jika fasilitas dasar seperti toilet masih dalam kondisi yang memprihatinkan.

Tidak sedikit sekolah dengan bangunan megah dan halaman yang tertata rapi, namun memiliki toilet siswa – siswi yang kotor, bau menyengat dan terdapat coretan-coretan tidak senonoh di dindingnya.

Kondisi seperti ini bisa disebabkan oleh keterbatasan jumlah toilet, kurangnya tenaga kebersihan, maupun rendahnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan.

“Kebersihan toilet seharusnya tidak dijadikan hukuman bagi siswa yang melanggar, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah,” tegas Nurjaman.

Budaya bersih, Penguatan Profil Pelajar Pancasila dijadikan sarana untuk menanamkan tanggung jawab menjaga kebersihan sekolah, termasuk toilet. Kegiatan seperti piket kebersihan tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga harus mencakup kebersihan toilet.

Gerakan Jumat Bersih (Jumsih) dapat dimanfaatkan untuk membiasakan siswa/i mencintai kebersihan sejak dini. Toilet yang bersih mencerminkan bahwa seluruh warga sekolah memiliki komitmen terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

Harapannya semoga hal ini menjadi perhatian Dinas terkait untuk seluruh sekolah di Bandung Barat, khususnya SMPN 1 Cihampelas.

“Dengan kondisi toilet siswa -siswi yang terbatas kami berharap ada penambahan toilet baru minimal setengah dari standar sarana prasaran toilet berdasarkan Aturan Kemendikbud, ” ungkapnya berharap.(SEFTYAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *