Kota Bekasi,Berita Jejak Fakta – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat, 1 Mei 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Acara akbar ini dihadiri oleh jutaan massa buruh dari berbagai daerah, termasuk perwakilan dari Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), serta dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah artis viral ibu kota.
Puncak peringatan Hari Buruh Nasional sedunia tahun ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam kesempatan tersebut, para buruh menyuarakan semangat baru dan mendesak adanya implementasi undang-undang (UU) baru yang berpihak pada keadilan serta melawan ketimpangan sosial di dunia kerja.
Kehadiran Rombongan Sukawangi di Monas
Kemeriahan aksi damai ini juga disaksikan langsung oleh warga Kabupaten Bekasi. Rohiman, atau yang akrab disapa Abang Baroy, bersama 16 orang rekannya dari Kampung Muara, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, turut hadir membaur bersama jutaan buruh lainnya.

Massa yang datang dari berbagai penjuru tanah air memadati area Monas sejak pagi hari. Berdasarkan pantauan awak media dan media sosial, solidaritas buruh tahun ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pesan Tegas Abang Baroy untuk Buruh Indonesia
Saat ditemui di sela-sela acara, Abang Baroy menyampaikan kekagumannya terhadap antusiasme massa. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan selama aksi berlangsung.
“Acara ini luar biasa meriah dan tertib. Tapi jangan lupa, kebersihan adalah kunci kenyamanan bersama. Semoga peringatan May Day tahun 2026 ini jauh lebih semarak dan membawa perubahan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Baroy.
Dalam penutup wawancaranya, Abang Baroy memberikan pesan motivasi yang membakar semangat bagi seluruh pekerja di Indonesia:
“Terimakasih untuk kerja keras tanpa henti dalam membangun masa depan. Jangan sampai bangsa kita dipandang sebelah mata atau seperti ‘tempe’. Buruh Indonesia harus kuat, berdiri tegak, dan bekerja keras bersama untuk membangun industri nasional yang mandiri,” tutupnya.(Red)












